MANFAAT
PENGETAHUAN PERILAKU KONSUMEN
BAGI
PERUSAHAAN / PRODUSEN
DI
SUSUN OLEH
GUNAWAN NIM
: 131113050
FAKULTAS
EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS
WIDYA MATARAM YOGYAKARTA
2014
KATA
PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan karunia-Nya
kepada kita bersama dan khususnya kepada penyusun sehingga dapat menyelesaikan
makalah ini dengan sebaik-baiknya sebagai hasil pelaksanaan pembuatan makalah
ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Universitas Widya Mataram Yogyakarta jurusan Manajemen yaitu tugas Manajemen
Pemasaran. Shalawat beserta salam semoga tercurah kepada baginda nabi besar
Muhammad SAW, beserta para keluarga, sahabat dan umatnya.
Perlu diketahui, bahwa makalah Manajemen Pemasaran ini
ditujukan untuk mengembangkan kemampuan dalam memperoleh berbagai macam
informasi atau masukan langsung. Hal ini dimaksudkan agar kita semua dapat
mengembangkan dan mengetahui secara terperinci mengenai hal-hal tersebut dan
sebagai pembelajaran untuk kita semua.Selain itu pembelajaran ini ditujukan
untuk memberikan kemampuan dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan
(memberikan arah dan petunjuk ) dan mengendalikan (melakukan kontrol ) sampai
menyelenggarakan suatu hal secara tertib. Oleh karena itu diharapkan juga agar
kita semua menguasai berbagai konsep dasar dan selalu memperhatikan tentang hal
apa saja yang perlu diperhatikan bila kita akan mengembangkan suatu bidang usaha
tertentu.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini jauh dari
sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasa, ataupun penulisannya. Oleh karena
itu saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi saya untuk lebih baik di masa yang akan
datang. Terima Kasih.
Yogyakarta,
17 Mei 2014
Penyusun
Gunawan
DAFTAR
ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . ii
DAFTAR ISI
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . iii
BAB I PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
1.1. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
1.2. Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
1.3. Tujuan Pembahasan. . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
1.4. Manfaat Penulisan . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
BAB II PEMBAHASAN . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
2.1. Teori Tentang Perilaku Konsumen. . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
2.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku
Konsumen. . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
2.3. Hubungan Pemasaran dan Perilaku Konsumen .
. . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . 5
2.4. Keputusan Pembelian . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
2.5. Tipe Proses Pembelian Konsumen . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
BAB III PENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
3.1. Kesimpulan
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . 9
3.2. Kritik dan Saran . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan usaha
bisnis dalam era globalisasi saat ini semakin pesat, ditandai dengan tingkat
persaingan antar perusahaan yang semakin tinggi dan ketat. Keadaan tersebut
menyebabkan perusahaan pada umumnya berusaha untuk mempertahankan kelangsungan
hidup, mengembangkan perusahaan, memperoleh laba optimal serta berusaha
memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi perusahaan pesaing. Seorang
pemasar dituntut mampu menciptakan strategi pemasaran yang tepat dalam rangka
persaingannya dengan perusahaan lain. Pemasar juga harus menciptakan produk
yang mampu mengkarakteristikkan diri agar konsumen mengenal
produk-produk yang dipasarkan oleh perusahaan tersebut. Untuk mengantarkan
identitas perusahaan agar mudah dikenal konsumen, merek menjadi hal yang
sangat penting.
Dalam mengenal Produsen kita perlu
mempelajari prilaku produsen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas
jiwa manusia itu sendiri. Suatu metode didefinisikan sebagai suatu wakil
realitias yang di sederhanakan. Model perilaku produsen dapat didefinisikan
sebagai suatu sekema atau kerangka kerja yang di sederhanakan untuk
menggambarkan aktivitas-aktivitas produsen. Model perilaku produsen dapat pula
di artikan sebagai kerangka kerja atau suatu yang mewakili apa yang di yakinkan
Produsen dalam mengambil keputusan menjual dan mencari keuntungan
Adapun
yang mempengaruhi factor-faktor perilaku produsen yaitu :
Kekuatan sosial budaya terdiri dari faktor
budaya, tingkat sosial, kelompok anutan dan keluarga. Sedangkan
kekuatan pisikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap
dan keyakinan. Sedangkan tujuan dan fungsi modal perilaku produsen sangat
bermanfaat dan mempermudah dalam mempelajari apa yang telah diketahui mengenai
perilaku produsen. Menganalisis perilaku produsen akan lebih mendalam dan
berhasil apa bila kita dapat memahami aspek-aspek pisikologis manusia secara
keseluruhan.
Dengan demikian berarti pula keberhasilan
pengusaha, ahli pemasaran, pimpinan toko dan pramuniaga dalam memasarkan suatu
produk yang membawa kepuasan kepada konsumen dan diri pribadinya. Pemahaman
akan perilaku konsumen adalah tugas penting bagi para produsen. Para pemasar
mencoba memahami perilaku pembelian konsumen agar mereka dapat menawarkan
kepuasan yang lebih besar kepada konsumen sampai tingkat yang lebih tinggi
masih ada. Beberapa produsen masih belum menerapkan konsep pemasaran sehingga
mereka tidak berorientasi pada konsumen dan tidak memandang kepuasan konsumen
sebagai tujuan utama yang besar.
Lebih jauh lagi karena alat menganalisis
perilaku konsumen tidak pasti, para pemasar kemungkinan tidak mampu menetapkan
secara akurat apa sebenarnya yang dapat memuaskan para pembeli. Sekalipun para
produsen mengetahui factor yang meningkatkan kepuasan konsumen, mereka belum
tentu dapat merasakan atau memenuhi factor tersebut.Tidak diragukan lagi,
konsumen tergolong asset berharga bagi semua bisnis. Tanpa dukungan mereka,
suatu bisnis tidak bisa eksis. Sebaliknya jika bisnis kita sukses memberikan
pelayanan terbaik, konsumen tidak hanya membantu bisnis kita tumbuh. Lebih dari
itu biasanya mereka bisa membuat rekomendasi dari teman dan relasinya.
Perilaku konsumen adalah
proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan,
pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi
kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari
konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah
(low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah,
sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses
pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
1.2 Rumusan Masalah
Apa manfaat dan tujuan yang
diperoleh perusahaan/produsen dalam memperhatikan perilaku konsumen?
Apa pengertian dari perilaku
konsumen dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen?
Bagaimana strategi pemasaran
yang tepat untuk menciptakan keputusan pembelian pada konsumen ?
Masalah apa
saja yang dihadapi dalam melakukan Analisis Perilaku
Konsumen?
1.3 Tujuan Pembahasan
Untuk mengetahui manfaat dan tujuan
yang diperoleh perusahaan/produsen dalam memperhatikan perilaku konsumen.
Untuk mengetahui arti dari perilaku
konsumen dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
Untuk mengetahui strategi pemasaran
yang tepat untuk menciptakan keputusan pembelian pada konsumen.
Untuk mengetahui masalah apa saja
yang sering dihadapi dalam melakukan Analisis Perilaku Konsumen.
1.4 Manfaat Penulisan
Hasil
penulisan makalah ini dapat dijadikan sumber informasi dan masukan bagi
perusahaan guna untuk meningkatkan jumlah penjualan produk mereka.
Hasil
penulisan makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pemahaman penulis
tentang alasan perusahaan/produsen perlu memahami perilaku konsumen dan hal-hal
apa yang perlu diperhatikan produsen/perusahaan dalam memperhatikan perilaku
konsumen.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Teori Tentang Perilaku Konsumen
Perilaku Konsumen
merupakan suatu tindakan yang tunjukkan oleh konsumen dalam hal mencari,
menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap
akan memuaskan kebutuhan mereka. Dalam arti lain perilaku ditunjukkan, yakni
bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang,
waktu, tenaga untuk mendapatkan/ menukarkan dengan barang atau jasa yang
diinginkannya. Analisis tentang berbagai faktor yang berdampak pada perilaku
konsumen menjadi dasar dalam pengembangan strategi pemasaran. Untuk itu pemasar
wajib memahami konsumen, seperti apa yang dibutuhkan, apa seleranya, dan
bagaimana konsumen mengambil keputusan
Menurut Mowen (2002)
bahwa, “perilaku konsumen (consumer behaviour) didefinisikan sebagai studi
tentang unit pembelian (buying units) dan proses pertukaran yang melibatkan
perolehan,konsumsi dan pembuangan barang, jasa, pengalaman serta ide-ide”.
Sedangkan menurut Kotler
(2007) bahwa, “perilaku konsumen merupakan studi tentang cara individu,
kelompok, dan organisasi menyeleksi, membeli, menggunakan, dan memposisikan
barang, jasa, gagasan, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan
mereka”.
The American Marketing
Association dalam Setiadi (2003) menyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan
interaksi dinamis antara afeksi & kognisi, perilaku, dan lingkungannya
dimana manusia melakukan kegiatan pertukaran dalam hidup mereka. Dari definisi
tersebut terdapat 3 (tiga) ide penting perilaku konsumen, yaitu :
Perilaku
konsumen bersifat dinamis. Itu berarti bahwa perilaku seorang konsumen, grup
konsumen, ataupun masyarakat luas selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu.
Perilaku
konsumen melibatkan interaksi antara afeksi (perasaan) dan kognisi (pemikiran),
perilaku dan kejadian di sekitar.
Perilaku
konsumen melibatkan pertukaran, karena itu peran pemasaran adalah untuk
menciptakan pertukaran dengan konsumen melalui formulasi dan penerapan strategi
pemasaran.
Peter dan Olson (1999)
dalam Simamora (2003) menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah soal keputusan.
Lebih jauh lagi, keputusan adalah soal pilihan. Untuk lebih jelasnya mereka
menyatakan bahwa keputusan meliputi suatu pilihan “antara dua atau lebih
alternatif tindakan atau perilaku ”.
Sastradipora (2003)
menyatakan bahwa: “perilaku konsumen adalah proses dimana para individu
menetapkan jawaban atas pertanyaan: perlukah, apakah, kapankah, dimanakah,
bagaimanakah, dan dari siapakah membeli barang atau jasa”.
Solomon (2003)
menyatakan bahwa, “consumer behavior is the process involved when individuals
or groups select, purchase, use, and dispose of goods, services, ideas, or
experiences to satisfy their needs and desires”. Yang dapat diartikan bahwa
perilaku konsumen merupakan suatu proses yang melibatkan seseorang ataupun
suatu kelompok untuk memilih, membeli, menggunakan dan memanfaatkan
barang-barang, pelayanan, ide, ataupun pengalaman untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan.
2.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku
Konsumen
Kotler (2007) mengatakan
bahwa, “perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya,
sosial, pribadi, dan psikologis”.
Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku
konsumen adalah sebagai berikut :
1. Faktor
Budaya.
Budaya, sub-budaya dan
kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu
keinginan dan perilaku paling dasar. Masing-masing budaya terdiri dari sejumlah
sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para
anggotanya. Sub-budaya mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan wilayah
geografis. Pada dasarnya, semua masyarakat manusia memiliki stratifikasi
sosial. Stratifikasi lebih sering ditemukan dalam bentuk kelas sosial,
pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen, yang tersusun secara
hirarkis dan yang para anggotanya menganut nilai, minat dan perilaku serupa.
Kelas sosial memiliki
beberapa ciri. Pertama, orang-orang di dalam kelas sosial yang sama cenderung
berperilaku lebih seragam daripada orang-orang dari dua kelas sosial yang
berbeda. Kedua, orang merasa dirinya menempati posisi inferior atau superior
dikelas sosial mereka. Ketiga, kelas sosial ditandai oleh sekumpulan variabel seperti
pekerjaan, penghasilan, kesejahteraan, pendidikan dan orientasi nilai bukannya
satu variabel. Keempat, individu dapat pindah dari satu tangga ke tangga lain
pada kelas sosialnya selama masa hidup mereka. Besarnya mobilitas itu
berbeda-beda, tergantung pada seberapa kaku stratifikasi sosial dalam
masyarakat tertentu.
2. Faktor
sosial.
Perilaku konsumen
dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok acuan, keluarga serta
peran dan status sosial. Kelompok acuan membuat seseorang menjalani perilaku
dan gaya hidup baru dan memengaruhi perilaku serta konsep pribadi seseorang,
kelompok acuan menuntut orang untuk mengikuti kebiasaan kelompok sehingga dapat
mempengaruhi pilihan seseorang akan produk dan merek aktual. Keluarga orientasi
terdiri dari orang tua dan saudara kandung seseorang. Dari orang tua seseorang
mendapatkan orientasi atas agama, politik dan ekonomi serta ambisi, pribadi,
harga diri dan cinta. Kedudukan orang itu dimasing-masing kelompok dapat
ditentukan berdasarkan peran dan statusnya. Peran meliputi kegiatan yang
diharapkan akan dilakukan oleh seseorang. Masing-masing peran menghasilkan
status.
3. Faktor
pribadi.
Keputusan pembeli juga
dipengaruhi oleh karakteristik pribadi. Karakteristik tersebut meliputi usia
dan tahap dalam siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, kepribadian dan
konsep diri, serta nilai dan gaya hidup pembeli.
4. Faktor
psikologi.
Satu perangkat proses
psikologis berkombinasi dengan karakteristik konsumen tertentu untuk
menghasilkan proses keputusan dan keputusan pembelian. Empat proses psikologis
penting motivasi, persepsi, pembelajaran, dan memori secara fundamental
mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap berbagai rangsangan pemasaran.
Menurut Wilkie (1986)
menyatakan bahwa perilaku konsumen itu dipengaruhi oleh faktor internal dan
eksternal. Yang disebut internal antara lain: usia, pekerjaan, gaya hidup,
kepribadian, motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan sikap. Sedangkan
faktor eksternal antara lain: budaya, keluarga, kelompok acuan, kondisi
lingkungan, kegiatan pemasaran perusahaan dan situasi.
2.3. Hubungan Pemasaran
dan Perilaku Konsumen
Pengertian Pemasaran
menurut Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis
yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan
mendistribusikan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli
yang ada maupun pembeli potensial (Stanton, 1997).
Pengertian tersebut dapat memberikan gambaran
bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling
berhubungan, ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan
mendistribusikan barang/jasa kepada pembeli secara individual maupun kelompok
pembeli. Kegiatan-kegiatan tersebut beroperasi dalam suatu lingkungan yang
dibatasi sumber-sumber dari perusahaan itu sendiri, peraturan-peraturan, maupun
konsekuensi sosial perusahaan.
Pengertian pemasaran menurut Kotler (2000: 8),
pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok
mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan dan mempertukarkan produk dengan pihak lain. Dalam hal ini pemasaran
merupakan proses pertemuan antara individu dan kelompok dimana masing-masing
pihak ingin mendapatkan apa yang mereka butuhkan/inginkan melalui tahap
menciptakan, menawarkan, dan pertukaran.
Definisi pemasaran tersebut berdasarkan pada prinsip
inti yang meliputi: kebutuhan (needs), produk (goods, services and idea),
permintaan (demands), nilai, biaya, kepuasan, pertukaran, transaksi, hubungan,
dan jaringan, pasar, pemasar, serta prospek.
Terdapat dua faktor yang mempengaruhi cara dan keberhasilan
perusahaan terhadap pemasarannya, yaitu:
1) Lingkungan
Eksternal Sistem Pemasaran. Lingkungan ini tidak dapat dikendalikan perusahaan,
misalnya kebebasan masyarakat dalam menerima atau menolak produk perusahaan,
politik dan peraturan pemerintah, keadaan perekonomian, kependudukan serta
munculnya pesaing.
2) Variabel
Internal Sistem Pemasaran. Variabel ini dapat dikendalikan oleh perusahaan,
terdiri atas dua kelompok, yaitu sumber bukan pemasaran (kemampuan produksi,
keuangan, dan personal) dan komponen-komponen bauran pemasaran yang meliputi:
produk, harga, promosi, dan distribusi (Swastha, 2002).
Perilaku Konsumen adalah kegiatan-kegiatan
individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang
dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan
penentuan kegiatan-kegiatan tersebut (Swastha dkk., 1997).
Perilaku
konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan
seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. Kesemuanya ini sangat
membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran
perusahaan. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan
melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran masing-masing. Peran yang
dilakukan tersebut adalah:
1) Initiator,
adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu
2) Influencer,
adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian Informasi
mengenai kriteria yang diberikan akan
dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak
3) Decider,
adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan
dibeli, bagaimana membelinya
4) Buyer,
adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya
5) User,
yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.
Banyak faktor yang mempengaruhi
seseorang melakukan pembelian terhadap suatu
produk.
Manajemen perlu
mempelajari faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya dapat lebih
berhasil. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor ekonomi, psikologis,
sosiologis dan antropologis.
Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu
atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang
sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan desain produk, harga, saluran
distribusi, dan program promosi yang efektif, serta beberapa aspek lain dari
program pemasaran perusahaan.
Adapun beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut:
1) Teori
Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha
memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya
terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah
dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal
utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang
lain.
2) Teori
Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu
yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini
sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak
dapat diamati secara langsung.
3) Teori
Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok
masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas
sosial dan sebagainya.
2.4. Keputusan Pembelian
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh
ciri-ciri kepribadiannya, termasuk usia, pekerjaan dan keadaan ekonomi.
Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam melakukan
pembelian. Menurut Kotler (1997) ada beberapa tahap dalam mengambil suatu
keputusan untuk melakukan pembelian, anatara lain:
1) Pengenalan
Masalah merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian, dimana
pembeli akan mengenali suatu masalah atau kebutuhan.
2) Pencarian
informasi seorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari informasi.
Apabila dorongan tersebut kuat dan obyek yang dapat memuaskan kebutuhan itu
tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya.
3) Evaluasi
Alternatif konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan
alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya.
Keputusan Pembeli
setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen akan membuat
keputusan untuk membeli. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk
pilihan merek di antara beberapa merek yang tersedia.
2.5. Tipe Proses Pembelian Konsumen.
1) Proses
“ Complex Decision Making “, terjadi bila keterlibatan kepentingan tinggi pada
pengambilan keputusan yang terjadi. Contoh pengambilan untuk membeli produk
sepatu. Dalam kasus seperti ini, konsumen secara aktif mencari informasi untuk
mengevaluasi dan mempertimbangkan pilihan beberapa merek dengan menetapkan
kriteria tertentu seperti sepatu olahraga,seperti sepatu roda dapat mempercepat
waktu berjalan dan menghemat tenaga. Subjek pengambilan keputusan yang komplek
adalah sangat penting. Konsep perilaku kunci seperti persepsi, sikap, dan
pencarian informasi yang relevan untuk pengembangan strategi pemasaran.
2) Proses
“ Brand Loyalty “. Ketika pilihan berulang, konsumen belajar dari pengalaman
masa lalu dan membeli merek yang memberikan kepuasan dengan sedikit atau tidak
ada proses pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Contoh pembelian sepatu
karet basket merek Nike atau sereal Kellogg,s Nutrific. Dalam setiap kasus
disini pembelian adalah penting untuk konsumen, sepatu basket karena keterlibatan
kepentingan dalam olah raga, sepatu sekolah dan sepatu kerja untuk dapat
beraktivitas. Loyalitas merek muncul dari kepuasan pembelian yang lalu.
Sehingga, pencarian informasi dan evaluasi merek terbatas atau tidak penting
keberadaannya dalam konsumen memutuskan membeli merek yang sama.
Dua tipe yang lain dari proses
pembelian konsumen dimana konsumen tidak terlibat atau keterlibatan kepentingan
yang rendah dengan barangnya adalah tipe pengambilan keputusan terbatas ( Limited Decision Making ) dan proses Inertia.
3) Proses pengambilan
keputusan terbatas “ Limited
Decision Making “. Konsumen kadang-kadang
mengambil keputusan walaupun mereka tidak memiliki keterlibatan kepentingan
yang tinggi, mereka hanya memiliki sedikit pengalaman masa lalu dari produk
tersebut.
4) Proses “ Intertia “. Tingkat
kepentingan dengan barang adalah rendah dan tidak ada pengambilan keputusan.
Inertia berarti konsumen membeli merek yang sama bukan karena loyal kepada
merek tersebut, tetapi karena tidak ada waktu yang cukup dan ada hambatan untuk
mencari alternatif, proses pencarian informasi pasif terhadap evaluasi dan
pemilihan merek.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Perilaku konsumen adalah proses pengambilan
keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan
individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan
barang-barang dan jasa-jasa. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen,
diantaranya faktor budaya, sosial, psikologis, dan faktor marketing strategy.
Keterkaitan perusahaan/produsen sangatlah erat. Produsen memiliki
ketergantungan terhadap prilaku konsumen yang mempengaruhi efektifitas
penjualan. Proses pengamatan produsen terhadap prilaku konsumen akan memberikan
hasil yang menentukan strategi pemasaran. Inilah alasan mengapa produsen perlu
mengamati prilaku produsen.
Dalam
memutuskan suatu pembelian, ada beberapa tahap yang dilakukan konsumen,
diantaranya pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternative dan
keputusan pembelian. Beberapa tipe proses pembelian konsumen diantaranya proses
complex decision making, proses brand loyalty, limited decision making dan
proses intertia.
3.2. Kritik
Dan Saran
Demikian makalah yang saya buat, semoga
dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di
sampaikan, silahkan sampaikan kepada penyusun .
Apabila
terdapat kesalahan mohon kritik
dan saran dari semua pihak untuk penyempurnaannya. Demikian makalah ini saya
susun semoga dapat memberikan manfaat ilmu bagi kita semua. Terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
http://shenifa.wordpress.com/2011/10/06/proses-pengambilan-keputusan-oleh-konsumen/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar